Dalil Bacaan Niat Puasa Rajab 2019 Arab Latin Kapan Jatuh Pada Hari

Dalil Bacaan Niat Puasa Rajab 2019 Arab Latin Kapan Jatuh Pada Hari - Hukum melaksanakan puasa di bulan rajab adalah sunnah, namun walaupun sunnah alangkah pentingnya bagi kita sebagai umat islam untuk melaksanakannya, karena bulan rajab merupakan bulan yang di muliakan oleh Alloh SWT, maka leh karena itu kita muliakanlan bulan itu dengan memperbanyak amalan seperti puasa sunnah, baca doa bulan rajab dan banyak lagi amalan yang lainnya.

Ketika memasuki bulan rajab tidak sedikit umat Islam yang biasa mentradisikan puasa sunnah bahkan bukan cuma bulan rajab saja setiap memasuki bulan-bulan yang dimulyakan oleh Alloh WT seperti bulan dzulqa'dah, dzul hijjah, muharam bahkan bulan rabiul awwal juga mereka selalu melaksanakannya puaa sunnah.

Namun setelah maraknya aliran Wahabi-Salapi ke indonesia mereka menganggap bahwa puasa rajab itu hukumnya bid'ah hadistnya palsu dan banyak alasa-alasan lainnya, seakan-akan mereka akan menghalang-halangi umat islam yang biasa melaksanakan puasa rajab, tapi walau pun banyak orang yang menganggap bid'ah untuk kita sebagai umat islam yang biasa melaksanakannya jangan mudah terpancing dengan paham Wahabi-Salapi sehingga menghentikannya dari rotinitas pelaksanaan puasa rajab itu.

Dalil Bacaan Niat Puasa Rajab 2019 Arab Latin Kapan Jatuh Pada Hari

Namun sebelum kita melaksanakan puasa rajab terebih dahulu kita perhatikan adalah apakah bulan rajab itu telah tiba dan tanggal berapa tanggal 1 rajab 1440 H/2019 M ini, menurut hitungan ilmu hisab awal bulan rajab tahun 1440 Hijriyyah itu jatuh pada hari Jum'at, 8 Maret 2019. Nah setelah itu aru kita dapat melaksanakan puasa rajab dengan niat tulus karena Alloh dengan harapan mendapatkan ridho dan maghfiroh-NYA

Oleh karena itu kami disini, berupaya menjernihkan hukum puasa Rajab berdasarkan pandangan para ulama yang otoritatif dan sekaligus kami akan memberikan cara niat puasa rajab supaya umat islam tetap selalu melaksanakan puasa pada bulan-bulan yang dimulyakan Oleh Alloh SWt dengan dalil-dalil menurut madhab yang empat seperti dibawah ini:

1. Madzhab Syafi’i
Imam al-Nawawi berkata dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab (6/439),

قال الإمام النووي في المجموع 6/439: (قال أصحابنا: ومن الصوم المستحب صوم الأشهر الحرم , وهي ذو القعدة وذو الحجة والمحرم ورجب , وأفضلها المحرم , قال الروياني في البحر : أفضلها رجب , وهذا غلط ; لحديث أبي هريرة الذي سنذكره إن شاء الله تعالى أفضل الصوم بعد رمضان شهر الله المحرم) اه

“Teman-teman kami (para ulama madzhab Syafi’i) berkata: “Di antara puasa yang disunnahkan adalah puasa bulan-bulan haram, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab, dan yang paling utama adalah Muharram. Al-Ruyani berkata dalam al-Bahr: “Yang paling utama adalah bulan Rajab”. Pendapat al-Ruyani ini keliru, karena hadits Abu Hurairah yang akan kami sebutkan berikut ini insya Allah (“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa bulan Muharram.”)”.

Pernyataan dalil serupa ini dapat kita lihat dalam Asna al-Mathalib (1/433), Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyyah (2/53), Mughni al-Muhtaj (2/187), Nihayah al-Muhtaj (3/211) dan lain-lain.

2. Madzhab Maliki
Menurut madhab imam maliki dalam kitab Syarh al-Kharsyi ‘ala Mukhtashar Khalil (2/241), dalam memberikan penjelasannya tentang puasa yang disunnahkan, al-Kharsyi berkata:

(والمحرم ورجب وشعبان)يعني : أنه يستحب صوم شهر المحرم وهو أول الشهور الحرم , ورجب وهو الشهر الفرد عن الأشهر الحرم) اه وفي الحاشية عليه: (قوله: ورجب) , بل يندب صوم بقية الحرم الأربعة وأفضلها المحرم فرجب فذو القعدة فالحجة) اهـ

“Muharram, Rajab dan Sya’ban. Yakni, disunnahkan berpuasa pada bulan Muharram – bulan haram pertama -, dan Rajab – bulan haram yang menyendiri.” Dalam catatan pinggirnya: “Maksud perkataan pengaram, bulan Rajab, bahkan disunnahkan berpuasa pada semua bulan-bulan haram yang empat, yang paling utama bulan Muharram, lalu Rajab, lalu Dzul Qa’dah, lalu Dzul Hijjah.”

Pernyataan serupa bisa Anda dilihat pula dalam kitab al-Fawakih al-Dawani (2/272), Kifayah al-Thalib al-Rabbani (2/407), Syarh al-Dardir ‘ala Khalil (1/513) dan al-Taj wa al-Iklil (3/220).

3. Madzhab Hanafi
Sedangkan menurut Imam Hanafi berpendapat dalam al-Fatawa al-Hindiyyah (1/202) disebutkan:

في الفتاوي الهندية 1/202 : ( المرغوبات من الصيام أنواع ) أولها صوم المحرم والثاني صوم رجب والثالث صوم شعبان وصوم عاشوراء ) اه

“Macam-macam puasa yang disunnahkan adalah banyak macamnya. Pertama, puasa bulan Muharram, kedua puasa bulan Rajab, ketiga, puasa bulan Sya’ban dan hari Asyura.”

4. Madzhab Hanbali
Dan terakhir madhab Imam Hanbali menjelaskan bahwa Ibnu Qudamah al-Maqdisi berkata dalam kitab al-Mughni (3/53):

قال ابن قدامة في المغني 3/53 : (فصل: ويكره إفراد رجب بالصوم. قال أحمد:وإن صامه رجل, أفطر فيه يوما أو أياما, بقدر ما لا يصومه كله … قال أحمد : من كان يصوم السنة صامه, وإلا فلا يصومه متواليا, يفطر فيه ولا يشبهه برمضان ) اه

“Pasal. Dimakruhkan mengkhususkan bulan Rajab dengan ibadah puasa. Ahmad bin Hanbal berkata: “Apabila seseorang berpuasa Rajab, maka berbukalah dalam satu hari atau beberapa hari, sekiranya tidak berpuasa penuh satu bulan.” Ahmad bin Hanbal juga berkata: “Orang yang berpuasa satu tahun penuh, maka berpuasalah pula di bulan Rajab. Kalau tidak berpuasa penuh, maka janganlah berpuasa Rajab terus menerus, ia berbuka di dalamnya dan jangan menyerupakannya dengan bulan Ramadhan.”

Ibnu Muflih berkata dalam kitab al-Furu’ (3/118):

وفي الفروع لابن مفلح 3/118: (فصل): يكره إفراد رجب بالصوم نقل حنبل: يكره, ورواه عن عمر وابنه وأبي بكرة, قال أحمد: يروى فيه عن عمر أنه كان يضرب على صومه, وابن عباس قال : يصومه إلا يوما أو أياما … وتزول الكراهة بالفطر أو بصوم شهر آخر من السنة , قال صاحب المحرر: وإن لم يله .

“Pasal. Dimakruhkan mengkhususkan bulan Rajab dengan berpuasa. Hanbal mengutip: “Makruh, dan meriwayatkan dari Umar, Ibnu Umar dan Abu Bakrah.” Ahmad berkata: “Memuku seseorang karena berpuasa Rajab”. Ibnu Abbas berkata: “Sunnah berpuasa Rajab, kecuali satu hari atau beberapa hari yang tidak berpuasa.” Kemakruhan puasa Rajab bisa hilang dengan berbuka (satu hari atau beberapa hari), atau dengan berpuasa pada bulan yang lain dalam tahun yang sama. Pengarang al-Muharrar berkata: “Meskipun bulan tersebut tidak bergandengan.”

Berikit Ini Niat Puasa Sunnah Rajab

نويت صوم شهر رجب سنة لله تعالى"

Saya niat puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah ta'ala"

Nah itulah bacaan Niat Puasa Rajab Lengkap Dengan Dalilnya yang dapat kami sampaikan dalam artikel ini dan setelah kita akan memasuki bulan ramadhan 2019, semoga bermanfaat bagi kita semua dan kita tetap selalu bisa menjalankanya demi tercapainya ridlo dan maghfirah Alloh SWT.Amiiiin.

Tata Cara Melakukan Salat Taubat

Sholat taubat adalah shalat sunnah dua rakaat sekali salam seperti sholat sunnah yang lainnya, kegunaannya saja yang berbeda. Beberapa shalat sunnah memiliki kegunaan, fungsi dan manfaatnya masing-masing.

Shalat sunnah ada yang dilakukan karena mengikuti sunnah Rasulullah secara mutlaq tanpa ada sebab, seperti shalat sunnah rawatib, sholat tahajud, sholat dhuha, sholat tahiyatul masjid, dll.

Ada juga yang dilakukan karena ada sebab, misalnya sholat hajat untuk meminta dikabulkannya hajat. Shalat istikharah untuk untuk meminta petunjuk atau kemantapan kepada Allah atas beberapa pilihan. Dan shalat taubat, yaitu untuk meminta ampunan (taubat) atas kesalahan atau dosa-dosa yang diperbuat.

Sholat taubat ini baik dilakukan untuk menyesali kesalahan atau perbuatan dosa yang telah terjadi. Baik disengaja atau tidak, baik dosa besar atau dosa kecil. Shalat taubat ini merupakan bentuk dari kesungguhan kita meminta ampunan kepada Allah, lebih dari sekedar membaca istighfar.


Pengertian taubat sendiri artinya adalah menyesali atas segala perbuatan dosa dan kesalahan yang dilakukannya, serta bertekad dan berniat tidak akan mengulanginya lagi disertai dengan memohon ampun kepada Allah.

Tata Cara Melakukan Salat Taubat

Tata Cara Melakukan Salat Taubat ini sama seperti sholat sunnah lainnya, yaitu dilakukan setiap dua rakaat sekali salam. Boleh dilakukan dua rakaat, empat rakaat atau enam rakaat.
Ada yang mengamalkan sholat taubat ini setiap hari, sebab bukan tidak mungkin dalam sehari kita melakukan kesalahan, baik disengaja atau tidak. Oleh sebab itu dilakukannya shalat taubat ini juga berguna untuk membersihkan kesalahan kita setiap hari, baik yang disengaja atau tidak.
Urut-urutannya adalah sebagai berikut:
  1. Niat sholat taubat
  2. Takbirotul Ihram
  3. Membaca Doa Istiftah/iftitah (Sunnah)
  4. Membaca surat Al Fatihah
  5. Membaca surat dari Al-Qur’an
  6. Ruku’ (Membaca Tasbih ruku’ tiga kali)
  7. I’tidal (Membaca doa i’tidal “Robbanaa lakal hamd)
  8. Sujud (Membaca tasbih sujud tiga kali)
  9. Duduk diantara dua sujud (Membaca doa “Robbighfirlii Warhamnii”)
  10. Sujud kedua (Membaca tasbih sujud tiga kali)
  11. Bangun melanjutkan rakaat kedua seperti urutan diatas
  12. Tasyahud akhir (Membaca bacaan tasyahud akhir)
  13. Salam
  14. Berdoa mohon ampunan

Niat Salat Taubat

Ushollii sunnatat taubati rok’ataini lillaahi ta’alaa
“Aku berniat shalat taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Niat diatas dibaca sebelum takbirotul ihram, yang wajib adalah berniat shalat taubat di dalam hati pada saat takbirotul ihram.
Mengenai hukum melafalkan niat ini menurut madzhab syafi’i adalah sunnah. Yang wajib adalah melakukan niat di dalam hati.
Fungsi dari melafadzkan niat sendiri adalah agar hati lebih mantap dan khusyu’, sebab jika tidak dilafadzkan terkadang kurang fokus dalam berniat. Namun bukan berarti menuduh yang tidak melafadzkan niat itu buruk.
Doa Sholat Taubat
Doa Sholat Taubat
Artinya :
” Ya Allah yang maha agung, tiada Tuhan yang berhak di sembah selain Allah, Dzat yang maha hidup kekal abadi dan secara terus menerus mengurus makhluknya tanpa pernah berhenti. Aku bertaubat kepada Allah, mengakui segala dosa dan kesalahan-kesalahan yang telah ku perbuat. Terimalah taubatnya hamba yang dzolim ini, yang tidak memiliki kuasa atas dirinya sendiri untuk berbuat mudharat atau memberi manfaat, untuk mati, hidup atau bangkit nanti.”
Istighfar diatas dibaca sebanyak-banyaknya dengan rasa menyesal, bersalah dan bertekad tidak akan mengulangi perbuatan dosa yang telah diperbuatnya.
Doa taubat diatas secara makna sudah sangat mewakili dari perasaan tersebut. Namun cara bertaubat bukankah hanya sekedar membacanya saja, namun juga dari perasaan hati yang terdalam. Dan harusnya, apa yang dirasa oleh hati adalah sebagaimana makna doa diatas.
Setelah membaca istighfar diatas sebanyak-banyaknya. Kemudian bacalah doa sayyidul istighfar. Doa sayyidul istighfar merupakan induknya bacaan istighfar yang memiliki banyak sekali keutamaan dan keagungan.

Doa Sayyidul Istighfar

Doa Sayyidul Istighfar
Artinya:
Ya Allâh, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan yang berhak untuk disembah dengan benar kecuali Engkau. Engkaulah yang telah menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi ketentuan dan perjanjian-Mu, dan janji-Mu sebisa mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan amal perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah diriku. Karena tiada yang bisa mengampuni dosa selain Engkau.

Bacalah doa sayyidul istighfar ini berulang-ulang dengan khusyu’, tadharru’ dan penuh dengan rasa penyesalan. Dengan harapan yang tiada henti memohon ampunan kepada Allah, serta tidak patah harapan bahwa Allah pasti akan mengampuni hambanya yang bertaubat.
Dengan begitu, khauf dan roja’ akan seimbang. Yaitu merasa takut apabila dosa kita tidak terampuni, namun tidak patah harapan bahwa Allah pasti akan mengampuni dosa hambanya yang mau bertobat.

Waktu Sholat Taubat

Sebenarnya tidak ada waktu khusus dalam melaksanakan shalat sunnah taubat. Berbeda dengan sholat tahajud atau sholat dhuha yang ditentukan waktu pelaksanaannya.
Sholat sunnah taubat ini bisa dilakukan kapan pun, baik siang atau malam. Namun yang lebih tepat, waktu sholat taubat adalah sesegera mungkin setelah menyadari ada kesalahan atau dosa yang diperbuat, baik disengaja atau tidak.
Hal ini sesuai berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar As Shiddiq:
“Tidaklah seorang hamba melakukan suatu dosa, kemudian ia bersuci dengan baik dan berdiri melakukan shalat dua rakaat, lalu memohon ampun kepada Allah melainkan Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau (Abu Bakar) membaca ayat: “Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya dirinya sendiri mereka ingat Allah, kemudian memohon ampunan atas dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak melanjutkan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.[QS. Ali Imron: 135]” (HR. Tirmidzi no. 406, Abu Daud no. 1521, Ibnu Majah no. 1395.

Cara Taubat Nasuha


Tidak hanya cara sholat taubat saja yang perlu diketahui, tapi bagaiamana cara taubat nasuha yang benar juga perlu untuk diketahui. Taubat nasuha artinya adalah taubat yang sebenar-benarnya, taubat yang sesungguhnya (murni).
Sehingga dengan mengetahui cara bertaubat yang benar ini diharapkan tidak keliru olehnya bertobat, serta mengetahui apa yang harus dilakukan agar taubatnya diterima.
Berikut adalah syarat taubat nasuha:
  1. Melakukan taubat dengan hati ikhlas, bukan karena sesuatu selain Allah.
  2. Menyesali kesalahan dan dosa-dosanya yang telah lalu dan bertekad tidak akan mengulanginya lagi. Sebagaimana yang dikatakan oleh Malik bin Dinar, “Menangisi dosa-dosa itu dapat menghapus dosa-dosa sebagaimana angin dapat mengeringkan daun yang basah.”[Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali]. ‘Umar, ‘Ali dan Ibnu Mas’ud juga mengatakan bahwa cara bertaubat adalah dengan menyesal.
  3. Tidak terus menerus melakukan perbuatan dosanya saat ini. Maksudnya, apabila melakukan dosa, maka dengan segera ditinggalkan, dan apabila meninggalkan suatu kewajiban, maka dengan segera kembali menunaikannya. Dan apabila berkaitan dengan haknya manusia, maka dengan segera melaksanakannya atau meminta maaf.
  4. Bertekad seteguh mungkin tidak akan mengulangi kesalahan dan dosa-dosa yang telah lalu.
  5. Taubat dilakukan pada waktunya, yaitu waktu diterimanya taubat (sebelum ajal menjemput atau sebelum matahari terbit dari arah barat).

Macam-Macam Salat Sunah

Selain ibadah wajib salat yang berjumlah 5 waktu dalam sehari, terdapat deretan ibadah salat sunah yang bisa dikerjakan untuk memetik pahala lebih, atau bahkan dikerjakan sesuai dengan momen dan kebutuhan Anda.

Sholat Sunnah Sebelum Subuh

Salah satu salat sunah yang memiliki keutamaan yang besar meskipun hanya dua rakaat. Salat sunah ini adalah salat fajar yang dilakukan sebelum subuh.
Dilansir dari Dream.co.id, dalam sebuah riwayat shahih, Rasulullah Muhammad SAW bersabda tentang keutamaan yang terkandung dalam salat sunah Fajar.
"Dua rakaat salat fajar lebih baik dari dunia seisinya."
Salat sunah fajar memiliki banyak nama. Ada yang menyebutnya dengan salat sunah qabla subuh karena dikerjakan sebelum subuh. Ada pula yang menamainya salat sunah barad dengan alasan salat dikerjakan saat dinginnya pagi.
Syeikh An Nawawi Al Bantani dalam Nihayatuz Zain kemudian membolehkan niat salat sunah ini menggunakan istilah apa saja. Yang perlu diperhatikan, salat ini jangan sampai dikerjakan berlama-lama karena hukumnya sunah.
Rasulullah SAW juga melaksanakan salat sunnah ini dengan singkat. Sehingga, dalam sholat, Rasulullah terbiasa membaca Surat Al Kafirun usai Surat Al Fatihah pada rakaat pertama dan Surat Ikhlas usai Al Fatihah pada rakaat kedua.
Bisa juga membaca Al Insyirah pada rakaat pertama usai Al Fatihah. Sedangkan pada rakaat kedua membaca Surat Al Fiil. Kebiasaan bacaan salat sunnah seperti ini juga dilakukan Rasulullah SAW.
Kemudian, Syeikh An Nawawi juga menganjurkan membaca bacaan zikir khusus usai salat sunah fajar dan menunggu subuh. Bacaan tersebut yaitu "Ya Hayyu Ya Qayyum Laa Ilaaha Illa Anta" selama 40 kali dilanjutkan Al Ikhlas 11 kali, Al Falaq 1 kali, lalu An Nas 1 kali, dan ditutup dengan Subhanallah wa Bihamdihi, Subhanallahil Adhim, Astaghfirullah sebanyak 100 kali.

Niat Salat Sunah Sebelum Subuh

Berikut bacaan niat salat sunah Fajar seperti dilansir dari NU Online.
"Usholli sunnatas shubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala."
Namun bacaan niat ini tak selalu saklek seperti di atas. Pasalnya, banyak istilah yang merujuk pada penamaan salat sunah Fajar ini. Jadi, Anda bisa juga menggunakan "ushalli sunnatal fajri rok'ataini ada'an lillahi ta'ala." Atau "ushalli sunnatal barodi rok'ataini ada'an lillahi ta'ala."

Macam-macam Salat Sunah

Berikut deretan macam-macam sholat sunnah yang bisa Anda kerjakan sesuai waktu dan kebutuhan Anda. Dilansir dari Islamidia, berikut ulasannya.

1. Salat wudu

Salat wudu adalah salat sunah dua rakaat yang dikerjakan seusai wudu.

2. Salat Tahiyatul Masjid

Salat tahiyatul masjid adalah salat sunah dua rakaat yang dikerjaan ketika masuk masjid, sebelum Anda duduk. Salat tahiyatul merupakan salat untuk menghormati masjid.

3. Sholat Dhuha

Salat duha adalah salat sunah dua sampai 12 rakaat yang dikerjakan ketika matahari telah naik.

4. Salat Rawatib

Salat sunah rawatib adalah salat sunah yang dikerjakan mengiringi salat fardu atau salat wajib. Terdapat dua macam salat rawatib, yakni salat rawatib qabliyah yang dikerjakan sebelum salat fardhu, atau bakdiyah yang dikerjakan setelahnya.

5. Salat Tahajud

Sholat tahajud adalah salat sunah yang dilakukan di waktu malam. Sebaiknya dilakukan di sepertiga malam terakhir dan sesudah kita terlelap sebelumnya. Salat sunah ini minimal dilakukan 2 rakaat.

6. Salat Istikharah

Salat istikharah adalah salat sunah dua rakaat untuk meminta petunjuk yang baik jika kita sedang dihadapkan dengan dua pilihan. Waktu yang baik untuk melakukan salat sunah ini adalah dua per tiga malam terakhir.

7. Salat Hajat

Salat hajat adalah salat sunah yang dilakukan untuk memohon agar hajat kita dikabulkan atau diperkenankan oleh Allah SWT. Salat sunah ini dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat dengan salam tiap 2 rakaat.

8. Salat Mutlaq

Salat mutlaq adalah salat sunah yang tidak memiliki kaidah waktu pengerjaan dan tidak memiliki sebab untuk dilakukan. Jumlah rakaatnya pun tidak dibatasi.

9. Salat Taubat

Salat sunnah adalah salat yang dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT.

10. Salat tasbih

Salat tasbih adalah sholat sunnah sebanyak 4 rakaat yang dikerjakan pada siang hari dengan satu salam, atau malam hari dengan 2 salam.
Salat tasbih memiliki tata cara yang agak berbeda dengan salat biasa, karena tiap gerakan diselingi bacaan tasbih sebanyak 10 kali atau 15 kali dengan total bacaan tasbih tiap salatnya berjumlah 75.

11. Salat Tarawih

Salat tarawih adalah salat sunah sesudah isya yang dilakukan pada bulan Ramadan.

12. Salat Witir

Salat witir adalah salat sunah muakkad atau dianjurkan yang dirangkaikan sebagai penutup salat tarawih.

13. Salat Hari Raya

Salat hari raya adalah salat sunah yang dilakukan pada hari raya Idul Fitri 1 Syawal dan Idul Adha 10 Dzulhijah. Hukum dari salat hari raya adalah sunnah muakkad atau dianjurkan.

14. Salat Khusuf

Salat khusuf adalah sholat sunah yang dilakukan saat terjadi gerhana matahari atau bulan. Salat sunnah ini dikerjakan minimal dua rakaat.

15. Salat Istiqa

Salat istiqa adalah salat sunah yang ditujukan untuk meminta hujan kepada Allah.

Salat Sunah Sebelum Salat Wajib

Berbicara soal salat sunah sebelum salat wajib, hal ini tentu merupakan bagian dari salat sunah rawatib.
Salat sunah rawatib adalah salat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah salat fardhu, atau lebih kita kenal dengan salat lima waktu.
Salat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum salat fardhu disebut dengan salat sunah Qobliyah. Sedangkan salat sunah rawatib yang dikerjakan setelah salat fardu disebut dengan salat sunah bakdiyah.
Tentang waktu pelaksanaan salat sunah rawatib ini telah dijelaskan dalam sebuah hadits di bawah ini.
Ibnu Qudamah berkata: "Setiap sunah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu salat fardhu hingga salat fardhu dikerjakan, dan salat rawatib bakdiyah maka waktunya dimulai dari selesainya salat fardhu hingga berakhirnya waktu salat fardhu tersebut". (Al-Mughni 2/544)
Salat sunnah rawatib yang muakkad atau bersifat sangat dianjurkan untuk dikerjakan, adalah sebagai berikut:
  • 2 rakaat sebelum salat subuh
  • 2 atau 4 rakaat sebelum salat zuhur
Sedangkan yang bersifat ghoiru muakkad atau kurang ditekankan atau disarankan adalah sebagai berikut:
  • 2 atau 4 rakaat sebelum salat ashar (jika dikerjakan 4 rakaat, dikerjakan dengan 2 kali salam)
  • 2 rakaat sebelum magrib

Salat Sunah Sebelum Shalat Jumat

Salat sunnah sebelum dilaksanakannya shalat jumat disebut salat sunah qabliyah Jumat. Dilansir dari NU Online, ada dua kemungkinan pengerjaan salat sunah sebelum salat Jumat, yang pertama adalah saat sunah mutlak yang waktu pelaksanaannya berakhir pada saat imam memulai khutbah. Kedua, salat sunah qobliyah Jumat yang sifatnya masih menjadi perdebatan antara para ulama.
Ada banyak pendapat soal salat sunnah ini. Pendapat pertama berbunyi shalat qabliyyah Jum'ah dianjurkan untuk dilaksanakan atau bersifat sunah. Pendapat ini dikemukakan oleh Imam Abu Hanifah serta Syafi'iyyah. Pendapat kedua, salat qabliyah Jumat tidak disunnahkan menurut Imam Malik.
Berikut hadis yang menganjurkan salat sunah qabliyah Jumat.
"Semua salat fardlu itu pasti diikuti oleh salat sunah qabliyah dua rakaat". (HR.Ibnu Hibban yang telah dianggap sahih dari hadist Abdullah Bin Zubair). Hadis ini secara umum menerangkan adanya salat sunah qabliyah tanpa terkecuali salat Jumat.

Amalan Doa Bulan Rajab Syaban Lengkap Dalil Hukum Dan Keutamaan

Amalan Doa Bulan Rajab Syaban Lengkap Dalil Hukum Dan Keutamaan - Sebagai mana yang telah kita fahami bahwa bulan rajab adalah merupakan bulan yang memiliki peristiwa besar juga merupakan sejarah penting bagi umat islam di sepanjang jaman, karena di dalam bulan rajab itu terjadinya peristiwa isra miraj kepada Nabi kita Muhammad SAW yang merupakan khowarikuladat, maka untuk itu perbanyaklah beramal di bulan rajab agar kita mendapatkan pahala seperti yang di dapatkan oleh nabi Muhammad SAW.

Bulan rajab termasuk daftar dalam bulan harrom karena pada bulan rajab memiliki banyak peristiwa-peristiwa penting bagi umat islam terutama ada yang di namakan isra' miraj yang mana terjadinya isra miraj itu adalah pada tanggal 27 malam senin 10 tahun setelah di angkat kenabian bertepatan pada 621 M, tentunya inimerupakan hal yang sangat penting bagi kita untuk meningkatkan kualitas keimanan kitab kepada Alloh SWT, karena isra miraj kaitannya dengan keimana sebab merupakan khowarikul adat sebagai mukjizat bagi nabi kita Muhammad SAW.

Untuk supaya kita mendapatkan keberkahan pada bulan rajab maka kita sambutlah dengan penuh keikhlasan dalam beramal dan perbanyaklah baca tasbih, tahmid,dzikir,sholawat, baca qur'an dan bacaan doa yang biasa kita baca dari mulai bulan rajab, syaban dan ramadhan seperti mana doa bulan rajab akan kami tulis di sini dengan menggunakan tulisa arab latin dan di lengkapi dengan artinya guna untuk mempermuda penghafalan dan penghayatan makna yang terkandung dalam doa tersebut.

Amalan Doa Bulan Rajab Dan Dalil Hukum Keutamaan Syaban Lengkap

Bacaan doa bulan rajab arab latin dan artinya:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allahumma barik lana fî rajaba wasya‘bana waballighna ramadlana

“Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.”

(Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkar, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Dilil bacaan doa bulan Rajab:

كان إذا دخل رجب قال اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان

Artinya, “Jika masuk bulan Rajab, Rasulullah berdoa, ‘Ya Allah, berkatilah kami pada Bulan Rajab dan Sya‘ban. Sampaikan kami ke Bulan Ramadhan.’”

Dengan Hadits di atas Syekh Ibnu Rajab menyimpulkan bahwa hadits tersebut menganjurkan kepada kita untuk selalu memohoh kepada Allog Panjang umur dan barokah, pemahaman Ibnu Rajab ini di tulis oleh Syekh Abdur Rauf Al-Munawi waktu mensyarahkan kumpulan hadits Jami‘us Shaghir berikut ini:

قال ابن رجب: فيه أن دليل ندب الدعاء بالبقاء إلى الأزمان الفاضلة لإدراك الأعمال الصالحة فيها فإن المؤمن لا يزيده عمره إلا خيرا.

Artinya, “Syekh Ibnu Rajab mengatakan, pada hadits ini terdapat dalil anjuran doa panjang umur hingga waktu-waktu utama (Ramadhan) agar dapat melakukan amal saleh di waktu-waktu tersebut. Pasalnya, tidak bertambah usia orang beriman melainkan bertambah kebaikannya,” (Lihat Abdur Rauf Al-Munawi, Faidhul Qadir bi Syarhi Jami‘is Shaghir, [Beirut, Darul Makrifah, 1972 M/1391 H], cetakan kedua, juz V, halaman 131).

Dalil Keutamaan Bulan rajab:

Allah SWT berfirman :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya : Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah : 36)

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu,

فَضْلُ شَهْرِ رَجَبٍ عَلَى الشُّهُورِ كَفَضْلِ القُرآنِ عَلى سَائِرِ الكَلامِ، وَفَضْلُ شَهْرِ شَعْبانَ عَلَى الشّهُورِ كَفَضْلِي عَلَى سَائِرِ اْلأَنْبِياءِ، وَفَضْلُ شَهْرِ رَمَضانَ كَفَضلِ اللهِ عَلى سَائِرِ الْعِبَادِ

Artinya: “Keutamaan bulan Rajab atas bulan-bulan lainnya seperti keutamaan al-Quran atas seluruh perkataan. Dan Keutamaan bulan Sya’ban atas bulan-bulan lainnya seperti keutamaanku atas seluruh Nabi. Keutamaan bulan Ramadhan seperti keutamaan Allah atas seluruh hamba-Nya.”

Mungkin itulah yang dapat kami tulis amalan doa bulan rajab dan dalil hadits hukum keutamaan syaban lengkap artinya, semoga dengan adanya tulisa doa ini berm,anfaat bagi kita semua dan kita selamanya mendafatkan bimbingan taufiq hidayah serta inayah dari Alloh SWT sehingga kita diberikan kemudahan urusan dunia maupun akherat.

Cara dan Niat Shalat Tahajud

Bacaan Niat Sholat Tahajud dan Artinya

Bacaan Niat Sholat Sunnah Tahajud dan Terjemahan Lengkap tersebut semoga bisa dengan mudah dibaca dan dihafalkan oleh kalian Umat Muslim Muslimah. Selain itu  membaca Niat Sholat Malam Tahajud pun, tidak harus dengan cara membacanya dengan keras. Tetapi anda bisa membaca Niat Sholat Tahajud ini dengan cara membacanya didalam hati atau membacanya dengan lisan secara lirih.
Karena menurut madzhab Syafi’i (Ulama Syafi’i) sendiri, membaca niat sholat sebelum mengerjakan sholat wajib atau sholat sunnah diperbolehkan, dengan catatan tidak dibaca dengan cara yang berlebihan seperti membaca niat sholat tahajud dengan keras, tetapi cukup dibacakan secara lirih ataupun didalam hati saja.
Kemudian Selain mengetahui Niat Sholat Tahajud, mengetahui Tata Cara Mengerjakan Sholat Tahajud dengan benar sesuai syariat merupakan hal yang tak kalah penting yang harus kalian ketahui. Mengingat hubungan antara tata cara dan niat sholat tahajud yang tidak bisa dipisahkan, karena akan mempengaruhi sahnya sholat sunnah tahajud yang akan anda lakukan.

Tata Cara Sholat Tahajud Secara Lengkap

Sekali lagi perlu ditekankan disini bahwa mengerjakan sholat tahajud dengan tata cara dan niat sholat tahajud sesuai syarat dan ketentuan yang benar merupakan sesuatu yang wajib anda lakukan agar sholat tahajud anda bisa menjadi sholat yang sah, sehingga kalian benar – benar harus memperhatikan Syarat dan Ketentuan Mengerjakan Sholat Sunnah Tahajud terlebih dahulu.
Dan untuk Syarat Mengerjakan Sholat Tahajud yang paling utama yang harus kalian lakukan sebelum mengerjakan Sholat Sunnah Tahajud ini adalah dikerjakan di malam hari selepas masuk waktu sholat isya sampai sebelum masuk waktu sholat subuh, tidur terlebih dahulu walaupun tidurnya hanya sebentar saja, dan dikerjakan dengan masing – masing 2 rakaat.
Selanjutnya Tata Cara Mengerjakan Shalat Tahajud dengan 2 rakaat ini bisa anda kerjakan dengan sangat mudah, karena cara mengerjakan sholat tahajud tidak jauh berbeda dengan mengerjakan sholat wajib subuh atau sholat sunnah dua raka’at lainnya. Misalnya seperti mengawalinya dengan membaca niat sholat tahajud kemudian disusul dengan takbiratul ikhram. Lebih jelasnya, berikut ini tata cara menunaikan sholat tahajud 2 Rakaat sesuai syariat :
1. Tata Cara Sholat Tahajud di Rakaat Pertama.
  • Membaca Niat Sholat Tahajud
  • Takbiratul Ikhram dg mengucapkan Takbir ( Allahu Akbar)
  • Membaca Doa Iftitah
  • Membaca Surat Al Fatihah
  • Membaca Suratan Pendek atau Panjang Al Qur’an
  • Gerakan Sholat Ruku dan Doa nya
  • Gerakan Sholat I’tidal dan Doanya
  • Gerakan Sholat Sujud Pertama dan Doanya
  • Gerakan Sholat Duduk diantara 2 Sujud dan Doanya
  • Gerakan Sholat Sujud Kedua dan Doanya
  • Berdiri kembali untuk Rakaat Kedua Sholat Tahajud
2. Tata Cara Sholat Tahajud di Rakaat Kedua
  • Membaca Surat Al Fatihah
  • Membaca Suratan Pendek atau Panjang Al Qur’an
  • Gerakan Sholat Ruku dan Doa nya
  • Gerakan Sholat I’tidal dan Doanya
  • Gerakan Sholat Sujud Pertama dan Doanya
  • Gerakan Sholat Duduk diantara 2 Sujud dan Doanya
  • Gerakan Sholat Sujud Kedua dan Doanya
  • Gerakan Sholat Tahiyat Akhir dan membaca doanya
  • Gerakan Salam
Setelah Gerakan Sholat Salam, maka selesai lah Sholat Sunnah Tahajud 2 Rakaat yang kalian lakukan (kerjakan). Dan sangat disunnahkan sekali bagi kalian umat muslim muslimah untuk membaca dzikir setelah sholat tahajud dan membaca doa setelah sholat tahajud, karena hal tersebut telah dianjurkan dan telah dijelaskan didalam Al Qur’an.

Bacaan Dzikir Sholat Tahajud Paling Utama

Anjuran Berdzikir untuk mengingat Allah SWT telah dijelaskan banyak didalam Al Qur’an, dan salah satunya didalam Al Qur’an Surat Al Ahzab Ayat 41 – 42 yang berbunyi : ” Hai orang2 yg beriman, berdzikirlah dg menyebut nama Allah, Dzikir yg sebanyak – banyaknya. Dan Bertasbihlah kepadanya diwaktu pagi dan petang (QS. Al Ahzab, Ayat 41 – 42) ”.
Adapun Bacaan Dzikir Sesudah Sholat Tahajud yang bisa kalian bacakan dan amalkan, antara lain :
1. Membaca Dzikir Istighfar
2. Membaca Dzikir Tasbih (Subhanallah)
3. Membaca Dzikir Tahmid ( Alhamdulillah)
4. Membaca Dzikir Takbir (Allahu Akbar)
5. Membaca Dzikir Laa ilaaha illallah
6. Membaca Dzikir Sholawat Nabi Muhammad SAW
7. Membaca Surat Al Ikhlas, Surat Al Falaq dan Surat An Nas
8. Ditutup dengan Membaca Surat Al Fatihah
Bacaan Dzikir – Dzikir Setelah Mengerjakan Sholat Tahajud tersebut, bisa dibacakan dengan minimal masing masing sebanyak 3 kali dan sebanyak – banyaknya menurut keikhlasan hati kalian karena sekali lagi membaca Dzikir Setelah Sholat, baik itu setelah Sholat Wajib dan Sholat Sunnah itu sudah dianjurkan oleh Allah SWT bagi tiap tiap Muslim.

Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud Sesuai Sunnah

Bacaan Doa Sesudah Sholat Tahajud diatas bisa kalian amalkan dan bacakan setelah kalian mengerjakan sholat sunnah tahajud, dan setelah kalian selesai membaca Dzikir Setelah Sholat Tahajud. Adapun Selain Doa Sholat Tahajud tersebut, tentunya kalian bisa memanjatkan (mengamalkan) doa setelah mengerjakan sholat tahajud yang lain,
Baik menggunakan bahasa arab maupun bahasa indonesia sesuai dengan hajat (kebutuhan) kalian, karena harus selalu diingat bahwa Allah SWT itu Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Selain itu, membaca Doa dan meminta kepada Allah SWT itu merupakan Ibadah sehingga akan mendapatkan Pahala tambahan bagi mereka yang selalu meminta hanya kepada Allah SWT.

Syarat Sholat Tahajud Paling Utama

Setelah kalian cukup memahami penjelasan mengenai Tata Cara dan Niat Sholat Tahajud, beserta Doa dan Dzikirnya. Maka yang mesti kalian perlu ketahui sekali lagi bahwa Syarat Menunaikan Shalat Tahajud yang harus kalian penuhi (lakukan) antara lain :
1. Dikerjakan di Malam Hari
Sholat Sunnah Tahajud ini hanya boleh dikerjakan di Malam Hari, lebih tepatnya Waktu Mengerjakan Sholat Tahajud ini dilakukan ketika masuk Waktu Sholat Isya sampai Waktu Sholat Subuh, dan Waktu Sholat Tahajud paling utama dikerjakan di Sepertiga Malam Terakhir.
2. Tidur Terlebih Dahulu
Syarat Sholat Tahajud paling utama yang kedua ialah harus tidur terlebih dahulu, walaupun tidurnya hanya sebentar saja sehingga jika kalian ingin (akan) mengerjakan Sholat Sunnah Malam Tahajud, maka diharuskan tidur terlebih dahulu, walaupun tidurnya tersebut hanya sebentar saja.
3. Dikerjakan Secara 2 Rakaat
Sholat Tahajud ini dikerjakan masing – masing 2 Rakaat, dengan minimal Rakaat Sholat Tahajud sebanyak 2 Rakaat dan maksimal bisa kalian lakukan sebanyak keikhlasan hati kalian, asalkan dikerjakan masing – masing 2 Rakaat. Contoh jika kalian ingin mengerjakan sebanyak 4 Rakaat, maka dikerjakan secara 2 kali, dan jika ingin 6 Rakaat maka dilakukan secara 3 kali.

Keutamaan Sholat Tahajud Sesuai Hadits

Kemudian sebagai tambahan informasi saja bahwa Keutamaan dan Keistimewaan Sholat Tahajud sendiri sangatlah banyak, dan dibawah ini Penulis telah menjelaskan kepada kalian Keutamaan – Keutamaan Shalat Sunnah Tahajud yang bisa dijadikan sebagai Motivasi bagi kalian agar bersemangat untuk mengerjakan Sholat Sunnah Tahajud ini.
1. Akan Mendapatkan Pahala Banyak
Sholat Tahajud merupakan Sholat Sunnah yang telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk dikerjakan oleh Setiap Muslim Muslimah, dan telah dijelaskan didalam Al Qur’an bahwa akan menjadi suatu Ibadah tambahan bagi mu (Umat Muslim) yg mengerjakan Sholat Sunnah Tahajud.
Firman Allah SWT didalam Surat Al Isra Ayat 79 berbunyi : ” Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajud lah km sebagai suatu ibadah tambahan bagi mu. Mudah – mudahan Tuhan mu mengangkat km ketempat yg terpuji (QS. Al – Isra, Ayat 79) ”.
2. Waktu Mustajab Memanjatkan Doa
Salah satu Waktu Terbaik Memanjatkan Doa ialah ketika di sepertiga malam hari, atau tengah malam (dini hari). Terdapat Hadits Shahih bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda yang berbunyi : ” Perintah Allah SWT turun ke langit diwaktu tinggal sepertiga malam yg akhir, lalu Allah berfirman : Adakah orang2 yg berdoa (memohon) pasti akan ku kabulkan,
Adakah orang yg meminta, pasti akan aku berikan dan adakah orang yg mengharapkan ampunan, pasti akan kuampuni bagi nya sampai tiba waktu subuh (Al Hadits) ”. Oleh karena itu, sangat bagus sekali jika kalian memanjatkan doa dan meminta hajat kepada Allah SWT di Waktu Mustajab (Di Sepertiga Malam) setelah mengerjakan Sholat Sunnah Malam Tahajud.
3. Kebiasaan Orang – Orang Yang Shaleh
Terdapat Hadits Shahih yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda berbunyi : ” Hendaklah kalian mengerjakan Shalat Malam karena Shalat Malam itu kebiasan orang – orang Shaleh sebelum kalian, ibadah yg mendekatkan diri kepada Tuhan kalian. Serta sebagai penutup kesalahan dan penghapus dosa (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi) ”.
4. Sebaik – baiknya Sholat Sunnah
Sholat Tahajud merupakan sebaik – baiknya Sholat Sunnah, dan dalam hal ini bisa kalian lihat didalam Sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : ” Sebaik – baiknya Puasa sesudah Puasa di Bulan Ramadhan ialah Puasa di Bulan Allah (Bulan Muharram). Sebaik – baiknya Sholat setelah Sholat Wajib (Sholat Fardhu) ialah Sholat Malam ”.
5. Sebab Masuk Kedalam Surga
Mengerjakan Sholat Sunnah Malam Tahajud merupakan salah satu sebab seseorang bisa masuk Surga, dan dalam hal ini Nabi Muhammad SAW bersabda : ” Wahai Manusia, sebarkanlah salam, beri makanlah, sambung tali silahturahmi (tali kasih), sholat malamlah disaat orang – orang terlelap (tidur), maka masuklah kedalam Surga dengan Selamat (HR. Al Hakim, Ibnu Majah dan At Tirmidzi) ”.

Niat dan Doa Sholat Dhuha lengkap dengan Artinya


Niat dan Doa Sholat Dhuha lengkap dengan Artinya - Sholat dhuha merupakan sholat sunnah yang dilakukan di waktu dhuha dengan tujuan karena Allah SWT.  bukan kerana lainnya,

Niat Sholat Dhuha

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnah dhuhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.
Aku niat melakukan shalat sunat dhuha 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala.

Surat yang di baca

Surat Alqur'an yang dibaca setelah membaca surat Al Fatihah adalah surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan surat Ad Dhuha pada rakaat ke dua (pendapat Imam Jalal Suyuthi dalam Hawsyil Khothiib). Pendapat lain yang juga sama kuatnya adalah membaca surat Al Kafirun pada rakaat pertama dan surat al Ikhlash pada rakaat ke dua (pendapat Ibnu Hajar dan Imam Ramli). Para ulama sepakat menganjurkan untuk mengumpulkan dua pendapat tersebut dengan membaca surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan Al Kafirun pada rakaat kedua, pada 2 rakaat pertama. Selanjutnya pada 2 rakaat selanjutnya, membaca ad Dhuha pada rakaat pertama dan al Ikhlash pada rakaat ke dua. Untuk rakaat-rakaat selanjutnya, membaca surat al Kafirun pada rakaat pertama dan al Ikhlash pada rakaat ke dua. 


Doa Setelah Selesai Sholat Dhuha

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAAHUMMA INNADH DHUHAA-A DHUHAA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL 'ISHMATA 'ISHMATUKA. ALLAAHUMA INKAANA RIZQII FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASSARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI DUHAA-IKA WA BAHAA-IKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINII MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHAALIHIIN.

“Ya Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”